Google
WWW http://radian-project.blogspot.com/

RaDian HeadLines

Jumat, 03 Oktober 2008

What an Inspiring day.....

"Lakukan sesuatu sekecil apapun demi kebaikan, daripada berdiam diri dan menyalahkan orang lain"

kata-kata dari penutup acara Kick Andy malam inilah yang tiba-tiba bikin gw terinspirasi buat bikin postingan ini.....

ya..gw ngerasa hari ini sangat menginspirasi gw, dimulai dari pas jumatan tadi....isi khutbahnya adalah tentang kebiasaan-kebiasaan yang salah dalam idul fitri.....sebagian besar isinya kurang lebih sebenernya gw dah tau...diantaranya adalah :

+ pengucapan "minal aidzin walfaidzin" yang bukan merupakan syariat islam, tapi merupakan sambutan bagi orang-orang yang pulang dengan kemenangan dari medan perang. Kata-kata yang benar adalah mengucapkan "Taqobalallahu minna wa minkum" yang artinya kurang lebih 'semoga Allah menerima ibadah kami, dan ibadah kamu sekalian".

+ Kebiasaan Halal bihalal, yang katanya ga ada istilah tersebut dalam syariat islam, walau menurut gw sih apa salahnya berhalal bihalal untuk memanjangkan tali silaturahmi.

+ Saling bermaaf-maafan dan bersalaman, katanya sebaiknya jangan menunggu lebaran untuk meminta maaf, yang seharusnya adalah segera meminta maaf begitu merasa membuat kesalahan, dan alangkah baiknya jika memaafkan duluan sebelum dimintai maaf. Hal ini cukup menarik buat gw.

Tapi hal yang beliau sampaikan berikutnya menurut gw jauh lebih menarik

+ Mudik....ya mudik....tradisi pulang kampung pada saat lebaran. beliau mengatakan bahwa tidak ada juga tradisi tersebut dlam syariat islam. Dan gw juga sejak lama merasa ada yang salah dengan tradisi mudik kita.

sebenernya pulang ke kampung halaman demi menemui sanak saudara yang telah lama ga kita temui adalah hal yang wajar dan baik, apalagi dilakukan pada hari libur, jadi ga mengganggu aktifitas dan pekerjaan kita mencari nafkah. it's okay....

Tapi menurut gw, hal ini akan menjadi salah ketika orang mulai memaksakan diri untuk mudik, apapun yang terjadi, seperti yang terjadi sekarang ini. Yup...segala cara dihalalkan demi mencapai kampung halaman yang tercinta. Resiko apapun akan dia terjang dengan gagah berani. ga peduli akan segala bahaya yang akan dihadapinya, atau malah diakibatkannya....yang penting sampai ke kampung halaman. Masalah yang leih besar adalah, sebagian besar masyarakat Indonesia melakukannya pada saat yang bersamaan. yang pada akhirnya niat baik untuk melaksanakan ibadah, akhirnya malah jadi merugikan. entah merugikan dirinya sendiri ataupun orang lain. entah disengaja, atau tidak.

Gw teringat ketika beberapa hari yang lalu, sebuah surat kabar menampilkan foto-foto orang yang lagi mudik naik motor. sebagian besar keluarga yang "hanya" bisa mudik dengan menggunakan motor, dan kebetulan punya anak, jika anaknya sudah cukup besar mereka akan duduk didepan sang ayah, yang menjadi supir, dan ibunya dibonceng dengan menggendong anak yang lebih kecil.

Lalu masalahnya dimana?

Mengendarai motor dalam waktu yang lama bagi orang dewasa saja sudah sangat melelahkan, apalagi bagi anak-anak, yang mereka bahkan tidak mendapat tempat duduk yang nyaman. Ditambah sang anak yang bernasib sial harus duduk didepan, menjadi penghalang angin untuk sang ayah. apa jadinya kalau anak itu sakit? bahkan gw pernah denger kalo ada seorang bayi meninggal pada saat mudik karena terhimpit diantara sang ayah dan sang ibu. Apakah itu harga yang pantas untuk membayar rasa kangen kita untuk bertemu keluarga di kampung halaman...? I don't think so....

Itu cuma salah satu masalah aja......masalah lain yang gw liat adalah....

Ketika orang berbondong-bondong untuk mudik, dan memaksakan diri agar mencapai tujuan bagamanapun caranya, orang akan cenderung menjadi egois, dan kehilangan sebagian akal sehat mereka. Tak jarang mereka mau membayar berapa saja, dan melakukan apa saja demi mendapatkan tiket untuknya dan keluarganya. Bahkan kalo perlu, tanpa tiketpun jadi. Tak heran kalo merekapun "rela" dibohongi oleh calo2 tiket yang mematok harga jauh lebih mahal dari harga resminya. Punya duit? ga masalah...tapi apa yg didapat berikutnya....hampir bisa dipastikan adalah sebuah tempat yang sangat penuh sesak karena tidak memadainya jumlah armada dan buruknya sistem transportasi massal di negara ini. Tak jarang kita akan menemukan angkutan-angkutan yang overload...terutama angkutan darat, dan laut...-untuk angkutan udara nampaknya sistemnya sudah jauh lebih ketat, sehingga masalah overload tak pernah terjadi-...para calon penumpang tak peduli akan bahaya yang dihadapi ketika sebuah kendaraan kelebihan beban. Tentu saja kemungkinan besar kecelakaan akan terjadi, tapi toh mereka tetap memaksa untuk berangkat. Sampai pernah suatu hari media-media tv memberitakan bahwa ada kapal laut yang tak jadi diberangkatkan karena penumpang memaksa masuk walau tanpa tiket, jelas sangat kelebihan beban. Sebenarnya kapten kapal telah mengambil keputusan bijak untuk tidak berangkat, tapi apa yang terjadi..? awak kapal malah dipukuli dan kapal dipaksa berangkat, sebuah tindakan bodoh yang tidak manusiawi. Untungnya kapal tetap tidak berangkat. Allah telah menyelamatkan mereka melalui sang kapten. Tapi banyak orang tidak seberuntung mereka, kecelakaan-kecelakaan banyak terjadi di jalan, banyak orang jatuh dari kereta, banyak perahu tenggelam, semua karena orang-orang memaksakan diri. lalu apakah itu harga yang pantas untuk membayar rasa kangen kita untuk bertemu keluarga di kampung halaman...? I don't think so....

Belum cukup ?

Ketika jutaan orang bersama-sama mudik, semua armada kendaraan dikerahkan, baik kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Hal ini membuat jalanan penuh dengan mobil dan motor, karena bagaimanapun pengguna kereta, kapal laut, dan pesawat terbang, tetap membutuhkan mobil atau motor untuk mencapai tempat tujuan. Bisa dipastikan kemacetan terjadi dimana-mana. jika dijumlahkan di seluruh indonesia panjangnya mungkin akan mencapai ratusan kilometer atau ribuan ? bisa jadi....padahal kemacetan ini bisa terjadi sampai berjam-jam...bisa dibayangkan pemborosan yang terjadi....

Yang pertama adalah pemborosan waktu....seperti kita ketahui, waktu tidak akan kembali. Setiap detik yang kita lewati tidak akan pernah terulang kembali. Sementara kita membuang-buang waktu di jalanan, dikalikan dengan jutaan orang yang terjebak kemacetan...sangat banyak waktu yang terbuang percuma. Padahal waktu sebanyak itu jika digunakan dengan benar pasti akan dapat menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

Yang kedua adalah pemborosan energi. Dengan kemacetan yang terjadi dimana-mana, tentu saja akan membuat bahan bakar terbuang sia-sia....disaat negara kita tercinta ini sedang dilanda krisis energi, dan mulai menyalahkan pemerintah karena langkanya bahan bakar, masyarakatnya sendiri malah menghamburkan jutaan liter bahan bakar terbuang percuma. Tidak memiliki sense of crisis sama sekali. Ironisnya lagi adalah bahwa sebagian besar dari mereka sudah mengetahui dan menduga bahwa mereka akan menyebabkan dan terjebak kemacetan.

Yang ketiga adalah polusi. jika jutaan kendaraan diam disuatu tempat dengan mesin menyala, tentu saja akan menyebabkan polusi yang terkonsentrasi, padahal bumi kita sudah dirusak cukup parah oleh semua polusi yang diakibatkan aktivitas-aktivitas manusia. Memperparah global warming yang saat ini sedang melanda dunia pada umumnya, dan indonesia pada khususnya. Semakin rusaklah bumi yang "katanya" kita cintai ini......tapi apakah mereka peduli...?? sekali lagi..apakah semua itu harga yang pantas untuk membayar rasa kangen kita untuk bertemu keluarga di kampung halaman...? I don't think so....

Melihat dari kasus "mudik" saja, dapat terlihat bahwa sebenarnya masalah yang terjadi berasal dan disebabkan oleh perilaku masyarakatnya sendiri, dan begitu pula yang terjadi dengan masalah-masalah lain yang melanda nusantara kita ini. Namun jika suatu kemalangan menimpa, ironisnya mereka hanya menyalahkan orang lain, tetapi tidak berbuat sesuatu. Misalnya ketika minyak tanah langka, atau pupuk bagi petani langka, atau alat transportasi tidak memadai, mereka hanya menyalahkan pemerintah. Pemerintah memang "bersalah" karena ga bisa memnuhi kebutuhan rakyatnya, apalagi dengan kentalnya indikasi korupsi di dalam pemerintahan. tetapi rakyat yang hanya berdiam diri dan menyalahkan pun kesalahannya tidak kalah besar, karena sebenarnya telah banyak yang menyampaikan solusi untuk memecahkan masalah mereka.

Misalnya untuk bahan-bakar, tidak tersedianya minyak tanah atau gas LPG, bisa digantikan dengan biogas, atau minyak dari biji jarak. Di beberapa tempat telah dibuktikan bahwa mereka bisa memenuhi kebutuhan bahan bakar sehari-hari dari limbah mereka sendiri, dan sementara minyak dari biji jarak tidak dimanfaatkan, di daerah lain jutaan ton buah jarak terbuang sia-sia.

Ketika ditanya kenapa energi alternatif tersebut tidak digunakan, jawabannya sederhana..."ribet". ya masyarakat kita tidak mau ribet, mereka lebih memilih menyalahkan seseorang daripada belajar memenuhi kebutuhan mereka sendiri.


Hal ini pernah gw alami sendiri ketika beberapa tahun lalu, ladang orang tua gw yang ditanami padi, hasilnya tidak terlalu baik, mereka beralasan susah air lah, atau pupuk mahal lah, dll. Solusipun diberikan...yaitu tidak usah menanam padi, menanam sesuatu yang lain saja, misalnya rumput hias, atau makanan burung. lebih mudah, cepat, dan murah, hasilnyapun lebih besar daripada menanam padi, hanya saja cara tanamnya yang berbeda, namun cara bertanamnyapun akan diajarkan secara cuma-cuma. Tapi jawaban mereka adalah "ribet!!" ya para petani mempermasalahkan kalau mereka tidak menanam padi, menghasilkan beras, mereka mau makan apa...? saat itu gw cuma tersenyum aja mendengar pertanyaan yg gw anggap sangat tidak masuk akal.....namun seiring perjalanan waktu gw semakin mengetahui bahwa sebagian besar masyarakat kita memang ga mau "ribet", begitu mereka sekali saja masuk "Zona aman" mereka tak mau lagi berfikir untuk membuat hidup mereka lebih baik, dan lebih menunggu orang lain untuk membukakan jalan untuk mereka. ketika kesempatan tersebut tak kunjung datang dan jika keadaan semakin memburuk, mereka akan segera menyalahkan orang lain.

sungguh ironis....

Oleh karena itulah, kata-kata sederhana yang gw tulis diawal postingan ini, bisa jadi merupakan solusi besar untuk mengatasi permasalahan negara ini.

Hwo Knows ?





Kamis, 02 Oktober 2008

Downloads - Versailles - NOBLE



Versailles - NOBLE

1. PRELUDE - Download Here -
2. Aristocrat Symphonie
- Download Here -
3. Antique in The Future
- Download Here -
4. Second Fear ~Another Descendant~
- Download Here -
5. Zombie
- Download Here -
6. After Cloudia
- Download Here -
7. Windress
- Download Here -
8. The Revenant Choir
- Download Here -
9. The Chaos Inside
- Download Here -
10. Suzerain
- Download Here -
11. History of The Other Side
- Download Here -
12. EPISODE
- Download Here -

ENJOY !!


SELAMAT IDUL FITRI !!!

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 Hijriyah !

RaDian Mengucapkan

Minal Aidzin Walfaidzin ! Mohon Maaf Lahir Dan Bathin

Semoga selama setahun kedepan kita semua dapat lebih meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah Swt, semakin mempererat tali silaturahmi antar sesama manusia, dan semakin meningkatkan tanggung jawab kita sebagai Khalifah di muka bumi ini dengan menjaga semua keseimbangan alam yang telah Allah berikan untuk kita semua.

Amin


Rabu, 01 Oktober 2008

Lebaran yang aneh...

Today, the 1 of Oct 2008 is one of the Holy Day of Islam, The Iedul Fitr Day. After one full month doing fasting, today we all celebrate our success defeating our evils inside.

Usually, I celebrate the day with my whole big family in Bandung. It was so fun, all from aunties, uncles, cousins, nieces and nephews gathering in one of the eldest family member, and eating a lot of dishes that only can be found on Lebaran Day. Well, not exactly only can be found, but its special dishes on Lebaran Day. Without it, its not a Lebaran. Like Ketupat, Opor Ayam, Sambel Goreng Ati, Rujak cuka, Nastar and Kaastengel. 

But..... unfortunately, this year's Lebaran, I have to spend the day wierdly.... First, i have to ride a whole way to Kobe to Sholat Ied. Its more than 2 hours ride by electric train (densha) from wakayama... since today is not a holiday in japan, so its a helly crowded in each station.... people get to work were so determined and rushed scared me off. i have to change my train (fortunately) just once in Osaka-eki. and i almost squashed out... finally, after the struggle with sweat and blood, i managed to get to The Sanbo Hall, the place held the Idul Fitri Prayer...

I started as an alien, but i ended with couple of new indonesian friends... It just the feeling that you're abroad that bond us together... I met with several women in Sanbo Hall. I met with Bu Dian, she's Garuda Representative Officer's wife of Kansai area, soshite Indri, she's a trainee from australia but has indonesian nationality and last Tita.  she's a indonesian housewife married with a japanese man. 

well, after the prayer, the three of us (me, Indri and Tita) walking down the street to Sannomiya station to grab an ice cream waffle. Meanwhile, we chat idlely here and there about ourselves. What i dont understand was the connection between us, liked we've met before and its just our reunion. not our first time. Weird, huh?

Well, its just the beginning...

when we arrived in Sannomiya Shopping street and looking for for the waffle booth, we cant find it. instead, we find many clothing stores. they had many cute and good stuffs, but i cannot buy it. its just too expensive. i rather keep my money and buy it in indo. and.... we met yakuza!! maybe not real one but still, kinda doki doki... hehe...

unfortunately, Tita got to go coz her mum inlaw, ask her to bought sum wrap buttons in Kyoto which is half hour ride in densha. kinda far for just sum button, eh? and then, after we split up, the remain of us ( me and indri) went to sum cafe to grab some tea and cake. we dont want to eat coz we ate somekind of indonesian dish but have no taste in it in Sanbo hall.

We assumed that since its cake slice, it wont make us full. but, i tell you something, never assume about food in japan. What we saw in the menu, goes whole way differently in reality. We ordered Ceylon Tea and Chocolate Maron cake for me and Earl Grey and Maron Crepes Cake for Indri.  When our order came, both of us shocked. The cake slice was so big. I mean really big. Not the itsy bitsy tiny winy cake usually served in cafe. Fortunately (or unfortunately?) it taste very good. very yummy until the last bite. we already full on the half way through the cake, but its too good to wasted. so we forced ourselve to eat it, slowly. phhewww... we ended so full until we barely cant walk! haha.... but its worthed though...

After the cake session, we have to split up coz Indri has japanese class to attend. ( I guess her lebaran was wierder than mine. Nobody has to attend anything during lebaran in Indo, rite?). And then, I continue my journey to Osaka jou, a.k.a Osaka castle. When I arrived at Osaka jou koen Station, i remember that i have to call Mazumoto san, my parents' foster parent when they lived in Japan 15 years ago. So i called him, not sure whether the number still active or they still remember my parents.

but, apparently, he still remembered them. and he asking me alot about me and my parents. he scolding me not to call him before, coz in few days, i'll leave japan. and he also scolding my dad, not to call or write him letter. he also told me bad news. his wife was slipped and has to stay in hospital for few days. I thought that i heard him lil bit cry. but i'm not sure. he said he was worried about my mum n dad. well, i think its just sweet. we ended the conversation in promise that we gonna call each other soon.

After, i went to the castle. Since its not a holiday, so its not crowded, but still many people. mostly foreigners. I cant say much for this part other than wow... the castle was so beautifully preserved, the park, the pond surround also beautiful. and finally I saw the willow trees!! wow... after years only read on books or heard from poets, i finally saw and touched it. it was really as pretty as what they said. 

just wow wow wow.....


Eclipse Harmony on YouTube !!